Bandung Jadi Destinasi Wisata Literasi, Big Bad Wolf Books Hadir dengan Sejuta Buku Murah

Bandung, Gempar Ekspose – Kota Bandung bersiap menjadi destinasi wisata literasi melalui penyelenggaraan Big Bad Wolf Books (BBW) bertajuk “The Book Sale Experience” dengan tema “Where Stories Meet Flavor” yang mulai digelar pada 3 Agustus 2026 di GOR Bikasoga. Kehadiran pameran buku internasional ini diharapkan semakin memperkuat budaya membaca sekaligus meningkatkan kunjungan wisatawan ke Kota Kembang.

Hal tersebut disampaikan dalam konferensi pers yang digelar di Bandung, Selasa (21/7/2026), dipimpin oleh Kepala Dinas Arsip dan Perpustakaan Kota Bandung, Dewi Kenny Kaniasari, S.Sos., M.A., bersama Country Manager Big Bad Wolf Indonesia, Wandi Budianto, serta perwakilan Big Bad Wolf, Andri Suharyono.

Dewi Kenny Kaniasari mengatakan, penyelenggaraan Big Bad Wolf Books di pusat Kota Bandung diharapkan menjadi destinasi wisata literasi baru yang mampu meningkatkan minat baca masyarakat sekaligus mendongkrak sektor pariwisata.

Menurutnya, proses penentuan lokasi dilakukan secara matang dengan menyurvei sembilan lokasi di Kota Bandung. Setelah melalui berbagai pertimbangan, GOR Bikasoga dipilih sebagai lokasi penyelenggaraan karena memiliki area sekitar 2.500 meter persegi yang dinilai representatif untuk menghadirkan pengalaman berburu buku berskala internasional.

Sementara itu, Wandi Budianto menjelaskan bahwa pada penyelenggaraan sebelumnya di Kota Baru Parahyangan, jumlah pengunjung mencapai 70.000 hingga 90.000 orang selama sebelas hari. Pada perayaan satu dekade Big Bad Wolf Books di Indonesia, penyelenggara sengaja memindahkan lokasi ke pusat Kota Bandung agar lebih mudah dijangkau masyarakat.

Menurutnya, langkah tersebut bertujuan memberikan akses yang lebih luas bagi masyarakat yang sebelumnya terkendala transportasi menuju lokasi lama, sehingga lebih hemat waktu, tenaga, maupun biaya.

Wandi menambahkan, kolaborasi antara Big Bad Wolf Books dan Pemerintah Kota Bandung merupakan bagian dari upaya meningkatkan budaya literasi agar membaca tidak hanya menjadi gaya hidup, tetapi menjadi kebutuhan sehari-hari masyarakat.

Pameran ini menghadirkan lebih dari satu juta buku dengan harga terjangkau mulai dari Rp15.000, Rp25.000, Rp50.000 hingga Rp75.000. Penyelenggara optimistis mampu menarik lebih dari 20.000 pengunjung setiap hari, didukung promosi yang menyasar sekolah-sekolah dan perguruan tinggi.

Di kesempatan yang sama, Andri Suharyono mengungkapkan bahwa Big Bad Wolf Books telah menunggu selama delapan tahun untuk dapat hadir di pusat Kota Bandung. Tahun ini, impian tersebut akhirnya terwujud.

Ia menjelaskan bahwa pengunjung dapat menikmati konsep khas Big Bad Wolf berupa “lautan buku”, tanpa sekat stan, sehingga bebas menjelajahi jutaan koleksi buku tanpa batasan waktu. Masuk ke area pameran juga tidak dipungut biaya (free entry).

Koleksi yang tersedia mencakup buku anak, fiksi, nonfiksi, ilmu pengetahuan, pengembangan diri, hingga berbagai genre lainnya. Mayoritas merupakan buku impor berbahasa Inggris, namun tetap tersedia beragam buku berbahasa Indonesia dari penerbit nasional.

Melalui penyelenggaraan Big Bad Wolf Books yang dimulai 3 Agustus 2026, Pemerintah Kota Bandung dan pihak penyelenggara berharap semakin banyak masyarakat yang menjadikan membaca sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari, sekaligus memperkuat citra Bandung sebagai kota pendidikan, kreativitas, dan literasi.***

#GemparEkspose #BigBadWolfBooks #WhereStoriesMeetFlavor #LiterasiBandung #WisataLiterasi #Bandung #PameranBuku #GORBikasoga #BudayaMembaca #IndonesiaMembaca #FreeEntry

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *