Penulis : Rahmat Suprihat, S.Pd – Aktivis Pelija Jabar dan Pendidikan Kota Bandung
Bandung ditakdirkan menjadi sebuah kota yang memiliki berbagai macam destinasi yang dapat mengobati kerinduan masyarakat akan hadirnya suasana kejiwaan yang nyaman.
Walaupun secara topografi Bandung dihadirkan di sebuah cekungan danau purba yang sebetulnya tidak terlalu banyak peninggalan-peninggalan yang dapat dijadikan sebagai ruang hiburan/refreshing bagi warganya.
Adapun sebagian dari destinasi yang dapat dikatakan sebagai area wisata adalah tempat-tempat yang terpaut erat dengan hadirnya kota Bandung sebagai bagian dari sejarah Republik Indonesia.
Ada bangunan-bangunan tua yang terpaut erat dengan perjalanan pembangunan sebuah kota yang telah direncanakan pada saat pemerintahan Belanda.
Selain itu hadir juga pusat-pusat pendidikan yang memiliki nilai historis sangat tinggi dan menjadi aset kota Bandung dan menjadi cagar budaya.
Salah satu aset destinasi kota Bandung lainnya adalah keberadaan Derenten atau yang dikenal masyarakat kekinian dengan istilah kebun binatang yang pada kemudian hari namanya disesuaikan dengan tuntutan zaman jadi Bandung Zoo.
Destinasi kebanggaan warga Kota Bandung
Kebun Binatang merupakan heritage yg menjadi bagian dari Kota Tua Kawasan Bandung bagian Barat.Lokasinya berdampingan dengan kampus Institut Teknologi Bandung dan Sungai Cikapundung dan menjadi salah satu objek wisata flora dan fauna di kota yang berpenduduk hampir 3 juta orang.
Kebun Binatang yang memiliki luas 135ha ini dibuka pada tahun 1933 dengan jumlah satwa: 1.600, jumlah koleksi: 1.600 serta jumlah spesies: 218 jenis.
Keberadaan Kebun Binatang Bandung ini menjadi salah satu destinasi wisata yang banyak dikunjungi oleh warga kota Bandung.
Namun akhir-akhir ini kebun binatang Bandung tidak dapat melayani warga masyarakat yang ingin berwisata dikarenakan ada permasalahan sengketa hukum dan semuanya telah diproses berdasarkan regulasi yang ada.
Perjuangan Untuk keberlangsungan hidup satwa Bonbin
Beberapa saat yang lalu pada saat kebun binatang Bandung ditutup untuk pengunjung maka banyak pihak yang benar-benar merasa khawatir terutama yang berhubungan dengan keberadaan satwa yang sangat membutuhkan perhatian dari pengelola.
Oleh karena itu berbagai macam inisiatif yang dilakukan oleh pengelola kebun binatang dalam rangka memberikan jaminan terutama yang berhubungan dengan ketersediaan pakan salah satunya dengan membuka donasi pakan bagi satwa dan kegiatan ini dapat menjadi salah satu solusi atas kekhawatiran kondisi satwa yang ada di kebun binatang Bandung.
Hal ini dibuktikan dengan banyaknya masyarakat baik individu ataupun kelompok yang memberikan pakan bagi satwa yang ada di kebun binatang.
Pemerintah harus Gercep
Keprihatinan tentang permasalahan kebun binatang ternyata memuncak pada saat Pemerintah kota Bandung langsung menutup aset kebun binatang Bandung yang secara legal formal menjadi aset pemerintah kota Bandung.
Namun bukan hal itu saja yang sejatinya dipertimbangkan oleh pemerintah kota Bandung karena keberadaan kebun binatang Bandung tidak hanya menyisakan tentang bagaimana satwa yang ada di dalamnya terjamin keberadaan pakannya untuk melangsungkan kehidupannya, namun di dalam kebun binatang Bandung banyak pegawai yang selama ini menggantungkan hidupnya dari kegiatan wisata flora dan fauna ini.
Pemerintah harus dapat memastikan agar masalah Kebun Binatang dapat dengan cepat diselesaikan dengan mempertimbangkan hak-hak keberlangsungan hidup satwa, hak-hak masyarakat akan keberadaan nilai tambah wisata satwa tersebut yang selama ini bagi sebagian besar masyarakat dianggap murah meriah dan menjadi destinasi wisata bagi keluarga.
Pentingnya Masalah Cepat Selesai
Semoga permasalahan pengelolaan Kebun Binatang Bandung dapat dengan cepat terselesaikan dengan tetap secara bijak mempertimbangkan berbagai aspek secara berkeadilan sehingga Kebun Binatang dapat kembali menjadi ruang untuk menurunkan tensi psikologis masyarakat dengan berat beban kehidupan pada saat ini.
Wisata yang murah meriah dan membahagiakan warga Kota Bandung tentunya dengan pengelolaan yang lebih profesional serta tetap menjunjung tinggi nilai-nilai historinya.***
@Red GemparEkspose
