Dalang Lokal Kian Tersisih, Lembaga Adat Kabuyutan Lembang Minta Gubernur Jabar Turun Tangan

Lembang, GEMPAREKSPOSE — Nasib dalang lokal, khususnya pelaku seni wayang golek, dinilai semakin tersisih di tengah maraknya kegiatan budaya yang digelar pemerintah daerah. Menyikapi kondisi tersebut, Lembaga Adat Kabuyutan Lembang secara resmi menyurati Gubernur Jawa Barat agar turun tangan dan mengambil langkah tegas.

Permohonan itu tertuang dalam surat bernomor 395/LAKL/XII/2025 tertanggal 18 Desember 2025, yang ditandatangani Ketua Lembaga Adat Kabuyutan Lembang, Ade Juhaeri, S.Pd (Bah Jepri). Surat tersebut berisi permintaan agar pemerintah daerah, mulai dari tingkat kabupaten hingga desa, lebih berpihak kepada dalang dan seniman lokal dalam setiap agenda kegiatan resmi.

Dalam suratnya, Lembaga Adat Kabuyutan Lembang menegaskan peran aktif mereka sebagai wadah pelestarian seni budaya Sunda di Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat. Berbagai kegiatan pembinaan dan pelatihan rutin digelar, meliputi seni calung, reog, kacapi, hingga wayang golek, yang melibatkan para seniman dan dalang lokal.

Namun di lapangan, upaya tersebut dinilai belum mendapat dukungan nyata dari pemerintah daerah. Lembaga adat itu menyoroti masih minimnya pelibatan dalang lokal dalam acara-acara resmi pemerintahan. Sebaliknya, pemerintah daerah justru kerap menghadirkan dalang atau seniman terkenal dari luar daerah.

“Kondisi ini sangat memprihatinkan. Dalang lokal yang selama ini dibina justru tidak mendapat ruang tampil di wilayahnya sendiri,” demikian disampaikan dalam isi surat tersebut.

Lembaga Adat Kabuyutan Lembang menilai, jika kondisi ini terus dibiarkan, maka regenerasi seni tradisi Sunda, khususnya wayang golek, terancam terhenti. Pelestarian budaya dikhawatirkan hanya akan menjadi agenda seremonial tanpa keberpihakan nyata terhadap pelaku seni di akar rumput.

Melalui surat itu, Lembaga Adat Kabuyutan Lembang meminta Gubernur Jawa Barat untuk mengeluarkan himbauan atau instruksi tegas kepada para bupati, camat, hingga kepala desa agar memprioritaskan dalang dan seniman lokal dalam setiap kegiatan budaya yang menggunakan anggaran pemerintah.

“Pemerintah seharusnya hadir sebagai pelindung budaya daerah, bukan hanya penikmat pertunjukan. Tanpa keberpihakan, seni tradisi akan perlahan mati,” tegas pihak lembaga.

Lembaga Adat Kabuyutan Lembang berharap Gubernur Jawa Barat segera merespons permohonan tersebut demi keberlangsungan seni wayang golek serta kesejahteraan para dalang lokal di Jawa Barat.

@Red Gempar Ekspose

#DalangLokalTersisih
#WayangGolek
#BudayaSunda
#SenimanLokal

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *